posts

Insights & Stories

Insights

Tren Hotel Butik di Pusat Kota: Mengusung Konsep “Homey Luxury”

Apr 28, 2026 sujana 0 Views
Tren Hotel Butik di Pusat Kota: Mengusung Konsep “Homey Luxury”

Ilustrasi kamar hotel butik bergaya industrial dengan sentuhan kayu alami, kasur putih bersih, dan lampu gantung vintage. Latar belakang terlihat pemandangan kota melalui jendela kaca besar.

Bandung – Industri perhotelan di Indonesia terus beradaptasi dengan perilaku wisatawan modern yang menginginkan lebih dari sekadar tempat tidur. Kini, tren hotel butik dengan konsep homey luxury atau kemewahan bernuansa rumahan sedang naik daun, terutama di kawasan pusat bisnis seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Berbeda dengan hotel bintang lima yang megah dan formal, hotel butik hadir dengan jumlah kamar terbatas (biasanya 10–30 kamar) dan menonjolkan desain interior personal. Desainnya tidak lagi mengikuti standar kaku, melainkan menampilkan identitas lokal yang dipadukan dengan kenyamanan modern. Contohnya, penggunaan furnitur dari kayu jati bekas, lantai teraso, serta koleksi seni dari seniman lokal.

Salah satu properti yang sukses mengusung konsep ini adalah “Omah Seni Residence” di kawasan Dago, Bandung. Properti ini menyulap bangunan tua bergaya kolonial menjadi 15 kamar unik dengan tema berbeda setiap ruangan. “Kami ingin tamu merasa seperti menginap di rumah teman yang sangat nyaman, tetapi tetap ada layanan hotel standar internasional seperti room service 24 jam dan concierge,” ujar Dian Puspita, Manajer Operasional properti tersebut.

Dari sisi investasi, properti hotel butik dinilai memiliki Return on Investment (ROI) yang menarik karena mampu menawarkan harga per malam lebih tinggi dibandingkan hotel melati biasa. Harga rata-rata kamar berkisar antara Rp800.000 hingga Rp2.000.000 per malam, namun tingkat huniannya stabil di angka 70-80% berkat pemasaran digital yang tepat sasaran.

Para pemilik properti juga mulai melirik sistem revenue sharing dengan manajemen hotel profesional. Hal ini memudahkan investor yang tidak ingin repot mengurus operasional harian. Tak heran jika di tahun 2025 ini, pembangunan hotel butik tumbuh hingga 35% di kota-kota besar sekunder seperti Malang dan Solo.

Share this story

Related Articles

Penginapan Ramah Lingkungan (Eco-Lodge) Jadi Primadona Wisata Alam
Insights

Penginapan Ramah Lingkungan (Eco-Lodge) Jadi Primadona Wisata Alam

Kesadaran akan pariwisata berkelanjutan mendorong lahirnya konsep penginapan ramah lingkungan atau e...

Read Article
Transformasi Rumah Tinggal Menjadi Butik Penginapan "Staycation" di Era Work From Anywhere
Insights

Transformasi Rumah Tinggal Menjadi Butik Penginapan "Staycation" di Era Work From Anywhere

Pandemi telah mengubah cara orang bekerja dan berlibur. Konsep work from anywhere (WFA) melahirkan...

Read Article
Tren Hotel Butik di Pusat Kota: Mengusung Konsep “Homey Luxury”
Insights

Tren Hotel Butik di Pusat Kota: Mengusung Konsep “Homey Luxury”

Ilustrasi kamar hotel butik bergaya industrial dengan sentuhan kayu alami, kasur putih bersih, dan l...

Read Article